Berita & Informasi

Pelaksanaan Sidang Munaqosah Gelombang XVIII Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi

Pelaksanaan sidang munaqosah gelombang XVIII Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi menjadi agenda penting bagi Fakultas Ushuluddin dan Adab pada tahun akademik ini. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasisw...

Pelaksanaan sidang munaqosah gelombang XVIII Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi menjadi agenda penting bagi Fakultas Ushuluddin dan Adab pada tahun akademik ini. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa bernama Irhasul Fiqri Al Jamasy yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian penyusunan tugas akhir. Sidang ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi akademik untuk mengukur kualitas penelitian dan kedalaman analisis ilmiah mahasiswa. Pelaksanaan sidang munaqosah gelombang XVIII Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi disebut sebagai salah satu momen akademik yang sangat dinantikan karena menggambarkan capaian kualitas belajar mahasiswa. Ujian ini juga menjadi standar penilaian komprehensif yang diharapkan mampu meneguhkan mutu penelitian pada bidang tasawuf dan psikoterapi. Proses sidang dilaksanakan dengan suasana formal yang tetap menjunjung tinggi prinsip objektivitas dan integritas akademik.

Sidang munaqosah ini dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Oktober 2025 di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan dimulai sejak pagi hari dan dihadiri oleh para dosen penguji serta pembimbing akademik. Mahasiswa peserta sidang mempresentasikan hasil penelitiannya dengan sistematis sesuai ketentuan akademik yang berlaku. Kehadiran para penguji memberikan dinamika ilmiah yang konstruktif selama proses tanya jawab sidang. Suasana sidang berjalan dengan intens namun tetap kondusif untuk memberikan ruang argumentasi ilmiah bagi mahasiswa. Keseluruhan rangkaian kegiatan berlangsung tertib sesuai prosedur akademik fakultas.

[caption id="attachment_1518" align="aligncenter" width="602"]Pelaksanaan Sidang Munaqosah Gelombang XVIII Pelaksanaan Sidang Munaqosah Gelombang XVIII[/caption]

Pembukaan sidang dilakukan secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin dan Adab, Bapak Wakhid Nashruddin, M.Pd., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sidang munaqosah sebagai instrumen penjaminan mutu akademik. Beliau juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk memiliki kemampuan argumentatif dan pemahaman metodologis yang kuat. Kehadiran beliau memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk mampu mempertanggungjawabkan karya ilmiahnya dengan baik. Sambutan tersebut turut menegaskan bahwa fakultas berkomitmen meningkatkan kualitas akademik melalui proses evaluasi yang terukur. Beliau berharap sidang ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

Irhasul Fiqri Al Jamasy sebagai peserta sidang mampu memaparkan hasil penelitiannya dengan baik dan runtut. Ia menunjukkan pemahaman mendalam terkait isu-isu yang dibahas dalam penelitian tersebut. Penjelasan yang terstruktur membuat dosen penguji dapat memahami alur argumentasi secara lebih jelas. Selain itu, mahasiswa juga menjawab setiap pertanyaan penguji dengan tenang dan yakin. Kemampuan tersebut menjadi indikator kesiapan akademiknya sebagai calon sarjana pada bidang tasawuf dan psikoterapi. Peserta sidang dinilai telah menunjukkan kedewasaan intelektual selama proses evaluasi berlangsung.

Dosen penguji memberikan berbagai masukan konstruktif selama sesi tanya jawab. Masukan tersebut mencakup aspek metodologi, kelengkapan data, hingga relevansi teori yang digunakan. Mahasiswa menerima seluruh saran tersebut sebagai bahan perbaikan yang harus diselesaikan sebelum dinyatakan lulus sidang sepenuhnya. Interaksi akademik ini menjadi proses penting dalam membentuk kualitas penelitian mahasiswa. Selain sebagai bentuk evaluasi, kritik akademik tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan ilmiah mahasiswa. Dengan demikian, sidang bukan hanya menjadi ujian, tetapi juga ruang pengembangan kompetensi akademik.

Pada akhir sidang, penguji memberikan penilaian terhadap kualitas presentasi dan penyusunan tugas akhir mahasiswa. Sidang dinyatakan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan standar fakultas. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen fakultas dalam menjaga kualitas lulusan yang memiliki kompetensi di bidang tasawuf dan psikoterapi. Pelaksanaan sidang ini juga menegaskan pentingnya menjaga mutu penelitian sebagai bagian dari proses pendidikan tinggi. Irhasul Fiqri Al Jamasy menjadi salah satu contoh mahasiswa yang mampu menyelesaikan ujian akademik dengan baik. Fakultas berharap kegiatan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan ilmiahnya.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas