Kedah, 8 Juni 2026 – Sekretaris Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Muhammad Ikhsan Ghofur, M.A., menjadi salah satu pemateri dalam Konferensi Internasional Pengkajian Islam Modern dan Klasik Nusantara yang diselenggarakan di Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS), Kedah, Malaysia. Dalam forum akademik internasional tersebut, ia mempresentasikan makalah berjudul “Tasawuf Nusantara sebagai Medium Integrasi Agama dan Budaya Lokal” yang mengkaji peran tasawuf dalam proses Islamisasi dan pembentukan harmoni sosial di kawasan Nusantara.
Dalam pemaparannya, Muhammad Ikhsan Ghofur menjelaskan bahwa tasawuf memiliki kontribusi besar dalam penyebaran Islam di Nusantara melalui pendekatan yang damai, penuh kasih, serta menghargai budaya lokal yang telah hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, para sufi dan Walisongo berhasil memperkenalkan nilai-nilai Islam melalui proses akulturasi budaya dan penguatan moralitas, sehingga ajaran Islam dapat diterima secara luas tanpa menimbulkan konflik dengan tradisi yang telah berkembang sebelumnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa integrasi agama dan budaya merupakan proses penyatuan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal secara harmonis. Akulturasi budaya dan penerimaan tradisi-tradisi lokal sebagai bagian dari lingkungan budaya bersama menjadi faktor penting dalam menciptakan kerukunan dan kohesi sosial di masyarakat. Dalam konteks Nusantara, proses integrasi tersebut berlangsung melalui tiga pola utama, yaitu tahmil (adopsi budaya yang sejalan dengan nilai Islam), taghyir (modifikasi budaya agar sesuai dengan ajaran Islam), dan tahrim (pelarangan budaya yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam).
Muhammad Ikhsan Ghofur juga menjelaskan bahwa proses integrasi agama dan budaya di Nusantara tidak berlangsung secara seragam. Setiap daerah memiliki karakteristik budaya, sejarah, dan dinamika sosial yang berbeda sehingga menghasilkan bentuk-bentuk integrasi yang beragam. Keragaman inilah yang kemudian melahirkan corak Islam Nusantara yang kaya, inklusif, dan mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal.
Keikutsertaan dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam konferensi internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi akademik dalam pengembangan kajian Islam Nusantara di tingkat global, sekaligus memperluas jejaring kerja sama dan pertukaran keilmuan dengan para akademisi dari berbagai negara.