Cirebon, 5 Oktober 2026 — Digital Spirituality FEFSi 2026 menghadirkan pembahasan tentang spiritualitas di tengah transformasi digital. Digital Spirituality FEFSi 2026 mengangkat tema “Merawat Spiritualitas dalam Arus Transformasi Digital”.
Kegiatan berlangsung di Auditorium FDKI Lantai 4 pada Senin, 5 Oktober 2026. Seminar tersebut menghadirkan akademisi dan tokoh pendidikan Islam sebagai narasumber.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, H. Anwar Sanusi, M.Ag., membuka kegiatan secara resmi. Dalam pembukaannya, ia menekankan pentingnya menjaga nilai spiritual di tengah perkembangan teknologi.
Spiritualitas dalam Transformasi Digital
Transformasi digital membawa perubahan pada pola komunikasi, pembelajaran, dan kehidupan sosial. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk memperkuat keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kehidupan spiritual.
Selain itu, perkembangan teknologi menghadirkan ruang baru untuk menyebarkan nilai keagamaan. Oleh karena itu, masyarakat perlu menggunakan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Seminar ini menjadi ruang akademik untuk membahas tantangan spiritualitas dalam kehidupan digital. Peserta juga memperoleh perspektif tentang pentingnya membangun kesadaran spiritual di tengah perubahan zaman.
Hadirkan Akademisi dan Praktisi Tasawuf
Seminar menghadirkan Dr. H. Asep Salahudin, M.A., Rektor IAILM Suryalaya, sebagai pemateri pertama. Ia memberikan perspektif mengenai hubungan spiritualitas dengan perkembangan kehidupan masyarakat modern.

Selanjutnya, Dr. Debi Fajrin Habibi, M.Pd., menjadi pemateri kedua dalam kegiatan tersebut. Ia juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kehadiran kedua narasumber memperkaya pembahasan dari perspektif akademik dan praktik pendidikan Islam. Dengan demikian, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang spiritualitas pada era digital.
Mendorong Literasi Spiritual di Ruang Digital
Seminar Digital Spirituality FEFSi 2026 juga mendorong peserta untuk membangun literasi spiritual. Literasi tersebut penting agar masyarakat mampu menghadapi berbagai perubahan akibat perkembangan teknologi.
Sementara itu, ruang digital dapat menjadi media penguatan nilai spiritual dan edukasi keagamaan. Pemanfaatannya perlu mengedepankan etika, tanggung jawab, serta nilai kemanusiaan.
Lebih lanjut, kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi akademik dalam merespons perkembangan teknologi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang adaptif dan berkarakter.
Memperkuat Peran Perguruan Tinggi
Melalui seminar ini, Fakultas Ushuluddin dan Adab terus memperluas ruang diskusi mengenai isu keislaman kontemporer. Kegiatan tersebut juga mendukung pengembangan wawasan mahasiswa dan sivitas akademika.

Dengan demikian, seminar tidak hanya membahas tantangan digital. Kegiatan ini juga membuka perspektif tentang peluang teknologi dalam memperkuat kehidupan spiritual.
Akhirnya, Seminar Digital Spirituality FEFSi 2026 diharapkan mampu memperkuat kesadaran spiritual di tengah transformasi digital. Nilai keagamaan diharapkan tetap menjadi landasan dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.
