Berita & Informasi

Seminar Nasional Festival Tasawuf Psikoterapi

Cirebon – FEFSI 2025 menggelar seminar nasional sebagai rangkaian kegiatan ilmiah dalam Festival Tasawuf dan Psikoterapi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (H...

Cirebon – FEFSI 2025 menggelar seminar nasional sebagai rangkaian kegiatan ilmiah dalam Festival Tasawuf dan Psikoterapi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi (HIMANTAPS) bersama Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan yang mengusung tema pendalaman spiritual dan psikologis tersebut berlangsung di Auditorium Rektorat Lantai 3 pada Jumat (03/10/2025). Persiapan pelaksanaan telah dilakukan secara matang sejak awal bulan Oktober. Dalam kesempatan ini, FEFSI 2025 menggelar seminar nasional dengan mengkaji secara mendalam buku Jatuh Cinta Kepada-Nya karya Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag yang dihadiri langsung oleh penulisnya serta para panelis ahli dari disiplin Tasawuf dan Psikologi.

[caption id="attachment_1475" align="aligncenter" width="524"]Seminar Nasional Festival Tasawuf Psikoterapi Seminar Nasional Festival Tasawuf Psikoterapi[/caption]

Seminar ini menghadirkan narasumber utama Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag yang menyampaikan pemahaman mengenai konsep cinta ilahi yang menjadi inti dari buku tersebut. Beliau menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bertumpu pada hubungan mendalam manusia dengan Allah, yang terwujud melalui relasi yang dilandasi cinta. Enam indikator jatuh cinta menurut Syekh Abdul Qayim turut dijelaskan, meliputi rasa takjub terhadap yang dicinta, kehadirannya dalam pikiran, keinginan untuk mengenal lebih jauh, kesiapan berkorban, kepatuhan, serta ketakutan akan kehilangan kedekatan dengan yang dicinta.

Panelis perspektif Tasawuf, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag, melengkapi diskusi dengan uraian mengenai sebab cinta, dasar cinta, hakikat cinta, hingga tingkatan cinta dalam tradisi tasawuf. Beliau juga memberikan refleksi spiritual bahwa cinta merupakan karunia yang tertanam pada setiap makhluk dan menjadi kekuatan yang tidak lekang oleh waktu.

Sementara itu, dari perspektif Psikologi, Dr. Naeila Rifatil Muna, M.Pd.I., M.Psi., Psikolog membahas dinamika psikologi cinta dan bagaimana manusia memaknai hubungan spiritual melalui pemahaman psikologis. Beliau menguraikan bahwa cinta adalah respon manusia terhadap keterpisahan, serta menjelaskan sejumlah miskonsepsi tentang cinta menurut Erich Fromm dalam The Art of Loving. Konsep standing in love sebagai cinta yang berdimensi ketuhanan turut menjadi penekanan penting.

Setelah seluruh pemaparan, moderator membuka sesi tanya jawab yang diikuti oleh peserta dari berbagai jurusan, termasuk Aqidah dan Filsafat Islam, Tasawuf dan Psikoterapi, serta Pengembangan Masyarakat Islam. Pertanyaan yang muncul memperkaya diskusi dan menunjukkan antusiasme peserta terhadap tema yang diangkat.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEFSI 2025 diharapkan menjadi ruang reflektif yang mendorong pemahaman lebih mendalam mengenai cinta dalam perspektif Tasawuf maupun Psikologi. Seminar nasional ini tidak hanya menjadi momentum akademik, tetapi juga inspirasi spiritual yang bermanfaat bagi civitas akademika dan masyarakat luas.

Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas