Kegiatan sosialisasi aplikasi SAPA FUA pada 20 November 2025 menjadi pengalaman penting bagi seorang tenaga kependidikan dari Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi yang turut serta dalam pelatihan tersebut. Kehadiran tenaga kependidikan ini menunjukkan komitmen jurusan dalam mendukung transformasi digital, terutama dalam pengelolaan administrasi akademik yang semakin menuntut kecepatan, ketepatan, dan efisiensi. Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan dan memperdalam pemahaman peserta terhadap fungsi dan mekanisme kerja sistem administrasi berbasis teknologi. Dalam rangka memberikan penjelasan teknis secara menyeluruh, kegiatan sosialisasi aplikasi SAPA FUA menghadirkan pemateri berkompeten, yaitu Galih Adam Firdaus, S.Kom, M.M.
[caption id="attachment_1490" align="aligncenter" width="1024"]
sosialisasi aplikasi sapa FUA untuk tenaga kependidikan .[/caption]
Selama kegiatan berlangsung, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur utama SAPA FUA yang berfungsi mendukung pelayanan akademik dan administrasi di tingkat fakultas maupun jurusan. Aplikasi ini dianggap sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, karena memungkinkan proses pengolahan data dilakukan secara lebih terstruktur dan minim kesalahan. Bagi tenaga kependidikan Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, pemahaman terhadap aplikasi ini menjadi sangat penting mengingat kebutuhan pelayanan akademik di jurusan yang cukup kompleks dan membutuhkan ketelitian dalam pengelolaan data.
Pemateri Galih Adam Firdaus, S.Kom, M.M memberikan penjelasan rinci mengenai alur penggunaan aplikasi, mulai dari proses login, penginputan data, verifikasi administrasi, hingga penggunaan beberapa fitur penunjang lainnya. Penjelasan tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi sesi demonstrasi yang memungkinkan peserta melihat secara langsung bagaimana aplikasi bekerja dalam alur administrasi sehari-hari.
Tenaga kependidikan dari Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi mengikuti dengan antusias, terutama saat diberikan kesempatan untuk mencoba aplikasi langsung melalui sesi praktik. Kesempatan ini memberikan pengalaman teknis yang sangat membantu, karena peserta dapat mengetahui langkah-langkah penggunaan aplikasi secara real-time dan memahami prosedur yang harus dilakukan dalam situasi kerja sebenarnya.
Partisipasi tenaga kependidikan ini menjadi bentuk nyata dukungan jurusan dalam mempersiapkan diri terhadap tuntutan era digital. Dengan memahami SAPA FUA, tenaga kependidikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan di tingkat jurusan, terutama dalam hal transparansi data, ketepatan informasi, serta penyederhanaan proses administrasi bagi mahasiswa maupun sivitas akademika.
Kegiatan sosialisasi ini pada akhirnya menjadi momentum penting bagi Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi untuk memperkuat kapasitas SDM sekaligus menegaskan komitmen fakultas dalam mendorong modernisasi sistem kerja melalui pemanfaatan teknologi informasi.