Abstrak / Ringkasan
Salah satu yang mempengaruhi psychological well-being seseorang adalah tingkat menjalankan ritual agama seseorang yang dapat dilihat dari kualitas dan kuantitas atau biasa disebut dengan religiusitas. Religiusitas mampu dalam meningkatkan psychological well-being individu. Individu dengan kondisi religiutas yang kuat, maka dapat mempunyai kepuasan hidup dan kebahagiaan yang lebih tinggi, dan mengalami dampak negatif akibat trauma yang lebih rendah jika dibandingkan dengan individu yang memiliki kepercayaan terhadap agama yang rendah. Dengan demikian, melalui agama terdapat sumber untuk dapat menjelaskan serta menyelesaikan problematika yang ada. Adapun yang dimaksud sumber yang dapat menjelaskan serta menyelesaikan problematika yang ada yaitu Al Qur’an. Di mana Al Qur’an itu dibutuhkan oleh layanan konseling untuk dijadikan sebagai rujukan, sebab di dalam Al Qur’an membahas mengenai segala ilmu pengetahuan tentang manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa efektifnya konseling qur’ani dengan pendekatan mauidzah hasanah dalam meningkatkan kondisi psychological well-being pada remaja di Panti Asuhan Ashabul Kahfi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttetst design, Penelitian ini menggunakan alat ukur adaptasi dari Ryff psychological well-being. Subjek penelitian adalah 12 remaja yang berusia 12 hingga 18 tahun dan tinggal di Panti Asuhan Ashabul Kahfi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji-T dan N-Gain score. Konseling qur …