Abstrak / Ringkasan
Tesis ini membahas tentang perubahan otoritas kyai, terutama di Pondok Pesantren Pabelan. Perubahan otoritas ini berlangsung bersamaan dengan sejarah Pondok Pesantren Pabelan yang mengalami masa surut. Dibukanya kembali Pondok Pesantren Pabelan dengan sistem yang baru menandakan perubahan otoritas kyai di dalamnya, hal ini terjadi dikarenakan dengan adanya sistem yang lebih modern di dalamnya. Masyarakat yang dahulu selalu menghadap ke kyai baik masalah pekerjaan, kesehatan, dan lainnya, namun dengan adanya globasilasi dan modernisasi, kedudukan kyai sudah mulai berubah. Hal ini juga terjadi di Pondok Pesantren Pabelan di mana birokratisasi lembaga terjadi di dalamnya. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab dua fokus kajian yang menekankan kepada bagaimana perubahan otoritas kepemimpinan dan mengapa terjadi perubahan otoritas di Pondok Pesantren Pabelan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiohistoris. Pendekatan sosiohistoris merupakan pendekatan gabungan antara sosiologi dan sejarah. Pendekatan sosiologi digunakan untuk menjelaskan perubahan otoritas yang terjadi, sementara pendekatan historis digunakan untuk memmbaca fakta-fakta sejarah yang terjadi di Pondok Pesantren Pabelan terkait dengan perubahan otoritas. Penelitian ini menggubakan metode pengumpulan data dalam bentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pertama, perubahan otoritas yang terjadi adalah perubahan otoritas dari kharisma ke kombinasi antara otoritas kharisma, otoritas tradisional dan otoritas …